Serat Asmaralaya pupuh I Dhandanggula bait 12
Pupuh I Dhandanggula bait 12
Trilokaya tan ana kang mirip /
lir sasana prandene punika /
maksih kawula jatine /
katandha ananipun /
durung langgeng nora neng hening /
pan maksih darbe obah /
kena suda wuwuh /
tetep mung bangsa pirantya /
dadi dudu anak kaanan jati /
jati-jatining gesang //
Terjemahan :
Di tiga dunia (tilokaya) tidak ada yang menyamai. /
Hal itu seperti petunjuk bahwa /
segala yang ada merupakan hamba (kawula) yang sesungguhnya. /
Hal itu dapat ditandai dengan adanya /
keadaan yang belum kekal, tidak tenang dan hening /
tetapi masih dapat bergerak /
dapat berkurang dan bertambah, /
tetap hanya semacam alat /
Jadi, bukan adanya keadaan sejati tetapi /
kesejatian hidup yang sejati.//
