Kedalaman Hati Yang Gersang
Tak mampu ku untaikan kata-kata untuk mengawali semua
kalimat ini tanpa menyebut, menghadirkan dan membangun kesadaran utuh atas Yang
Maha Agung Allah SWT.
Sudah lama memang, pergaulan dan kedekatan yang pernah
teruntai tentram, kini kembali terasa kering merekah dihamparan tanah hitam nan
lapang. Air kejernihan dan kesejukan tak kunjung juga menyapa mengisi
sela-sela rongga rekahan yang semakin lama semakin besar menengadah penuh
harapan kepada langit. Bahkan rumput kebebasan pun enggan menghijau
diatasnya, dan justru memutuskan diri mengikuti kehendak langit untuk tidur dan
kembali pulang dengan rona cahaya sore kepada langit.
Apakah kekeringan ini terjadi atas keinginan sendiri
melalui lakunya atau bahkan tanpa disadari rekahan-rekahan itu
memaksa menutup diri, enggan untuk menerima sapaan air kejernihan langit.
Sehingga langit pun menjauh karena tak pernah dianggap dan disapa kehadirannya
yang meliputi segala wujud alam raya. Janji langit untuk menyirami,
menyejukkan, menjernihkan lewat air itu pasti, namun bumi membangun
perisai-perisai anti hujan yang semakin lama semakin tebal dan membumbung
tinggi penuh keangkuhan, kesombongan, kesewenang-wenangan, dan keakuan dengan
rongga dada yang dipenuhi ketukan hati ateistik.
Mungkin laku yang sekarang dijalankan
seolah-olah menuju nur langit semata, namun pada kedalaman
hatinya hanyalah membujuk dan membohongi langit untuk memberikan yang lain,
yang dianggap sebagai sebuah kebutuhan, kemewahan, kejayaan, kekuasaan.
Jadi ora nggumun ketika langit dengan hujan
kejernihannya enggan menyirami rekahan-rekahan dalam sela-sela kebutuhan dan
harapan hidup, karena langit belum mendapat posisi utama didalam lubuk hati terdalam.
Posisikan sebagaimana mestinya, dimanapun dan kapanpun, bukan hanya ingat
ketika sebatas membutuhkan hujan saja. Mungkin ini yang harus dihayati dan
ditata kembali agar romantisme bersama langit kembali bersemayam didalam
kedalaman hati ini.
Ya Allah Yang Maha Baik, baikkanlah laku ini
dalam kedekatan tanpa jarak. Semua yang nampaknya berat-berat ini, sungguh
sangat ringan bagi-Mu untuk meng-IYAkannya. Aamiin YRA.
Ali Arifin
Demak, 11 Februari 2017