Kafirnya Aku
Betapa kafirnya aku ketika menutupi
janji
Kesepakatan kelahiran wujud suci
Terhampar pengingkaranku akan fatwa
hati
Terselimuti dengan berbagai nafsu
birahi
Menutup kebenaran kebenaran sejati
Mendorong untuk selalu berkelahi
Memperebutkan kekuasaan yang tak abadi
Menumpuk harta yang tak bisa dibawa
mati
Memperjuangkan kebahagiaan yang tak
hakiki
Aku sungguh kewalahan membendung
sifat hewani
Beruntungnya……
tak langsung dilaknati
Tak langsung dihakimi dan diadili
Malah Dia menerbitkan matahari setiap
hari
Tanpa memilih manusia yang manusiawi
Bersama hujan yang membasuh muka bumi
sore ini
Dia telah mengirimkan kepadaku hal
berarti
Tanda kasih sayang yang selalu ku
nanti
Karena tanpanya tak mungkin aku
sampai saat ini
Maafkan kafirnya aku tadi pagi
Ali Arifin
Demak, 26 September 2017