Manusia Kepala Batu
Engkau
mencariku dan ingin menemukan keberadaanku
Atau
engkau hanya ingin tertawa ditemani kopi bunga hitam
Dilanjutkan
dengan sarapan nasi ketan
Dengan
lalapan kerikil kerakal yang tak masuk akal
Sehingga
aku terjerembak dalam situasi batu
Batu
yang memarah merekah
Tapi
aku tahu semua salahku, semua keputusanku
Aku
menghilang bak butiran debu diterpa badai
Menjelma
menjadi harapan palsu dalam dirimu
Semua
ini terjadi karena aku kepala batu
Sampai-sampai semua terkena gesekannya
Dan
merasa kutinggalkan kutanggalkan
Jikalau
engkau rindu pada kepala yang batu
Aku
akan menyapamu menemuimu
Tetapi
tidak sekarang, atau besok
Melainkan
pada maqam yang pas
Karena
engkau diatasku
Aku sangat
menghormatimu
Aku
sungguh mencintai pemikiranmu
Maaf
kutanggalkan kutinggalkan sejenak
Kamu
kalian anda adalah guruku
Izinkan
aku menemukan kesejatian hidupku
Bersama
harapan diujung senjaku
Ali
Arifin
Krebet,
Bantul, Yogyakarta, 26 Mei 2015