Apa Tujuan-mu Menuliskan-ku?
Entah bagaimana caranya
aku memulai menuliskan tulisan ini, karena aku tidak memiliki keilmuan seperti
penulis-penulis yang tulisannya telah di publish diberbagai media dan bahkan
dibukukan serta diseminarkan diberbagai kota. Terkadang terlintas diatas kepala
sebuah pertanyaan “Opo
sih tujuane nulis iku?”, Apa biar terkenal? Atau biar wah? Atau untuk memenuhi administrasi profesi tertentu, biar clien yakin?
Atau malah untuk senjata pendulang suara rakyat? Atau justru untuk menyetir
masa?
Huruf yang tersusun
menjadi sebuah kata, dan kata yang terangkai menjadi kalimat, serta kalimat
yang bergandengan menjadi paragraf, merupakan suatu bentuk kemurnian dan
kesucian. Akan tetapi kini banyak huruf, kata, kalimat, paragraf, sudah tidak
pada tatanan yang suci lagi. Mereka telah ditunggangi kepentingan-kepentingan
akal kancil yang jauh dari tujuan mulia, sehingga pada akhirnya tulisan yang
tersaji perlu di-ayaki lagi.
Sungguh betapa sedih
perasaan huruf, kata, kalimat, paragraf, ketika mereka dimanfaatkan untuk
hal-hal yang jauh dari kebaikan yang PAS, dan hakiki. Lantas sekarang aku ingin
bertanya kepadamu. Iya kamu. “Apa tujuan menulis yang sebenarnya? Karena aku
belum paham betul mengenai tujuan menulis yang hakiki, kecuali untuk kebaikan”.
Ali Arifin
Demak, 8 Oktober 2015